Tugas 2 Ilmu Sosial Dasar (Makalah tentang KEPRIBADIAN, PERILAKU, KEBUDAYAAN)
MAKALAH
ILMU SOSIAL DASAR
KEPRIBADIAN, PERILAKU,
KEBUDAYAAN
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah ILMU SOSIAL DASAR
Dosen Pembimbing : HERRY SUSSANTO, DR. SE., MM.
Disusun oleh:
Harry Lutfiansyah (10120501/1KA16)
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
JURUSAN SISTEM INFORMASI PRODI ILMU SOSIAL DASAR
UNIVERSITAS GUNADARMA
2020
DAFTAR
ISI...........................................................................................................
KATA
PENGANTAR............................................................................................
BAB I. PENDAHULUAN......................................................................................
1.1
LATAR BELAKANG.......................................................................
1.2 RUMUSAN MASALAH
.................................................................
1.3 TUJUAN PEMBAHASAN................................................................
BAB II. PEMBAHASAN.......................................................................................
2.1 PENGERTIAN KEBUDAYAAN...........................................................
2.1.1 UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN....................................
2.1.2
SIFAT HAKEKAT KEBUDAYAAN.................................
2.2 PENGERTIAN PERILAKU.............................................................
2.3 PENGERTIAN KEPRIBADIAN......................................................
2.4 KEBUDAYAAN, PERILAKU,
KEPRIBADIAN..............................
BAB III. PENUTUP...............................................................................................
3.1 Kesimpulan........................................................................................
3.2 Saran.................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat
menyelesaikan makalah tentang KEPRIBADIAN, PERILAKU, KEBUDAYAAN ini dengan baik
meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak
Herry Sussanti, Dr. Se., Mm. selaku Dosen mata kuliah Pengantar Ilmu Sosial
Dasar, FIKTI Universitas Gunadarma yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Penulis sangat bersyukur karena telah menyelesaikan
makalah yang menjadi tugas Pengantar Ilmu Sosial Dasar dengan judul "KEPRIBADIAN,
PERILAKU, KEBUDAYAAN". Disamping itu, kami mengucapkan banyak terima kasih
kepada semua pihak yang telah membantu kami selama pembuatan makalah ini
berlangsung sehingga terselesaikanlah makalah ini.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi
siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat
berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon
maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon
kritik dan saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu
yang akan datang.
Jakarta,
10 Oktober 2020
Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kepribadian
adalah merupakan sikap dan perilaku seseorang yang terlihat oleh orang lain di
luar dirinya. Sikap dan perilaku itu memberi gambaran mengenai sifat-sifat
khas, watak, kemampuan dan ketrampilan yang dimiliki sebagai isi kepribadian seseorang.
Kepribadian
adalah kualitas secara keseluruhan dari seseorang yang tampak dari cara-cara
berbuat, berfikir, mengeluarkan pendapat, sikap, minat dan kepercayaan.
Secara
psikologi, kepribadian sebagai struktur dan proses-proses kejiwaan tetap yang
mengatur pengalaman-pengalaman seseorang dan membentuk tindakan-tindakan dan
respons terhadap lingkungannya dengan cara yang berbeda dengan orang lain
Apabila
seorang ahli antropologi, sosilogi, atau psikologi berbicara mengenai “pola
kelakukan manusia”, maka yang dimaksudkan adalah kelakuan dalam arti yang
sangat khusus, yaitu kelakukan organisme manusia yang ditentukan oleh naluri,
dorongan-dorongan, refleks-refleks, atau kelakukan manusia yang tidak lagi
dipengaruhi dan ditentukan oleh akalnya dan jiwanya, yaitu kelakuan manusia
yang membabi-buta.
Susunan
unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan
dari tiap-tiap individu manusia itu, adalah apa yang disebut “kepribadian” atau
personality.
Konsep
kepribadian rupa-rupanya telah menjadi konsep yang demikian luasnya, sehingga
konsep ini menjadi suatu konstruksi yang tidak mungkin dirumuskan dalam satu
definisi yang tajam tetapi yang dapat mencakup keseluruhannya.
1.2
RUMUSAN MASALAH
1.
Apa pengertian Kepribadian?
2.
Apa
pengertian Perilaku?
3.
Apa
pengertian Kebudayaan?
4.
Apa
hubungan Kepribadian, Perilaku dan Kebudayaan?
1.3 TUJUAN
PEMBAHASAN
Tujuan dari
pembuatan makalah ini yaitu agar kita mampu mengetahui apa
pengertian dari sebuah kebudayaan dan kepribadian serta mampu menerapkan dalam
kehidupan sehari-hari.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN
KEBUDAYAAN
Secara etimologi, kata kebudayaan berasal dari kata
sangsekerta buddayah yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti budi atau akal,
dengan kata lain kebudayaan diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan
budi atau akal. Berikut ini ada beberapa pengertian kebudayaan
menurut para ahli yaitu:
1. Menurut
koenjaraninggrat, kebudayaan adalah keselurahan sistem gagasan, tindakan dan
hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri
manusia dengan belajar.
2. Menurut edward B. Taylor(1871), kebudayaan adalah
keseluruhan yang kompleks, yang didalmnya terkandung pengetahuan, kepercayaan,
kesenian, moral, hukum, adat-istidat dan kemampuan lain yang didapat oleh
seseorang sebagai anggota masyarakat
3. Menurut Dr. K. Kupper, kebudayaan adalah system
gagasan yang menjadi pedoman dan pengaruh bagi manusia dalam bersikap dan
berperilaku, baik secara individu maupun kelompok
Aristoteles mengatakan bahwa manusia diciptakan sebagai
makhluk monodualisme. Artinya, setiap manusia memiliki dua naluri pokok yang
bertentangan. Yang pertama adalah keinginan untuk berhubungan dengan Khaliknya
(sebagai makhluk individu), dan yang kedua adalah keinginan untuk berhubungan dengan
individu lain dalam konteks masyarakat (sebagai makhluk sosial).
Begitu juga dengan kebudayaan
dan masyarakat adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan nyata
yang selamanya merupakan dwi tunggal, yang mana tidak ada masyarakat tanpa kebudayaan
dan tidak ada kebudayaan tanpa masyarakat.
Sementara
itu Selo Soemardjan mendefinisikan
bahwa masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan
kebudayaan. Sedangkan menurut Paul B. Horton, masyarakat adalah sekumpulan
manusia yang secara relatif mandiri, yang hidup bersama-sama cukup lama, yang
mendiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan yang sama dan melakukan
sebagian besar kegiatan dalam kelompok itu.
Dari
beberapa defenisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa kebudayaan merupakan
segala sesuatu yang meliputi ide/gagasan dan perilaku yang menjadi pedoman atau
acuan seseorang dalam bertingkahlaku dimasyarakat dalam kehidupan
sehari-hari. Dengan kata lain, pengertian kebudayaan
mencakup sesuatu yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Kebudayaan terdiri dari segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku
yang normatif, pola-pola berfikir, merasakan, dan bertindak.
Kebudayaan tersebut dimiliki oleh setiap masyarakat, bedanya hanyalah perbedaan
pendapat saja bahwa kebudayaan masyarakat yang satu lebih sempurna daripada
kebudayaan masyarakat yang lain dalam perkembangannya untuk memenuhi segala
kebutuhan masyarakatnya.
Kesimpulan yang dapat diambil
adalah manusia satu yang bersatu dengan manusia lainnya dalam suatu wilayah
tertentu akan membentuk sebuah masyarakat. Dari masyarakat inilah
akan lahir nilai-nilai bermasyarakat yang berkembang menjadi kebudayaan.
Kebudayaan masyarakat di daerah tertentu akan berbeda dengan kebudayaan masyarakat
di daerah lain.
Karena setiap kelompok
masyarakat memiliki aspek nilai yang berbeda. Dan kebudayaan juga dipengaruhi
oleh faktor bahasa, keadaan geografis dan kepercayan.
2.1.1 UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
Kebudayaan
setiap bangsa atau masyarakat terdiri dari unsur-unsur besar maupun kecil yang
merupakan bagian dari kebulatan yang berifat sebagai kesatuan. Melville J.
Herskovits melihat unsur-unsur kebudayaan atas; Alat-alat teknologi, Sistem
ekonomi, Keluarga, dan Kekuasaan politik.
Unsur-unsur
besar atau pokok dalam kebudayaan lazim disebut Cultural universal yang berarti unsur-unsur
tersebut bersifat universal, yaitu dapat dijumpai pada setiap kebudayaan
manapun di dunia ini. Unsur-unsur universal tersebut menurut C. Kluckhonn
adalah:
- Peralatan
dan perlengkapan hidup manusia (pakaian, perumahan, alat-alat
rumah tangga, alat-alat transportasi, dan
sebagainya)
- Mata pencarian hidup dan
sistem-sistem ekonomi (pertanian, peternakan,
sistem produksi, sistem distribusi dan sebagainya)
- Sistem kemasyarakatan (sistem
kekerabatan, organisas
politik,sistemhukum,
sistem perkawinan)
- Bahasa (lisan maupun tulisan)
- Kesenian (seni rupa, suara, gerak, dan sebagainya)
- Sistem pengetahuan
- Religi (sistem kepercayaan) segala bentuk aktivitas kepercayaan
mulai dari percaya pada dewa, upacara keagamaan dan lain-lain.
Menurut
Ralph Linton, unsur-unsur tersebut dapat dijabarkan kedalam unsur-unsur yang
lebih kecil atau dapat disebut dengan Cultural Activity. Contoh: unsur kedua data
dijabarkan kedalam aktivitas pertanian, peternakan, produksi, distribusi.
Pertanian dapat dijabarkan menjadi aktivitas irigasi, mengolah lahan dengan
bajak, dan sistem hak milik atas tanah.
2.1.2 SIFAT HAKEKAT KEBUDAYAAN
Walaupun
setiap masyarakat mempunyai kebudayaannya masing-masing, berbeda yang satu
dengan yang lainnya, namun setiap kebudayaan memiliki sifat hakekat yang
berlaku umum bagi semua kebudayaan dimanapun juga, sifat hakekat kebudayaan
tersebut adalah:
- Kebudayaan terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia
- Kebudayaan telah ada dan terlebih dahulu ada dari pada lahirnya
sutu generasi tertentu, dan tidak akan habis dengan habisnya usia generasi yang
bersangkutan.
- Kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah
laku.
- Kebudayaan mencangkup aturan-aturan yang berisikan
kewajiban-kewajiban.
- Tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan yang
dilarang dan diizinkan.
2.1
PENGERTIAN PERILAKU
Perilaku
manusia merupakan hasil daripada segala macam pengalaman serta interaksi
manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan
tindakan. Skinner (1938) perilaku merupakan hasil hubungan antara perangsang (stimulus)
dan tanggapan dan respon (Notoatmojo, 2007). Dengan kata lain perilaku
merupakan respon/reaksi seorang individu terhadap stimulus yang berasal dari
luar mapun dari dalam dirinya. Respon ini dapat bersifat pasif (tanpa tindakan
: berfikir, berpendapat, bersikap) maupun aktif (bertindak).
Teori “S-O-R” atau Stimulus
Organisme–Respons (Skinner, 1938, dalam Notoatmodjo, 2007,)
membagi respon manusia terhadap stimulus menjasi dua, yaitu :
- Respondent respons atau reflexive respons, yaitu response yang ditimbulkan oleh stimulus
tertentu misalnya, cahaya menyilaukan menyebabkan mata tertutup, gerak
lutut bila lutut kena palu, menarik jari bila jari kena api dan
sebagainya. Stimulus seperti ini disebut eliciting
stimulation, tidak lain karena stimulus itu merangsang timbulanya
respon-respon yang tetap. Respondent respons ini juga
termasuk perilaku emosional misalnya mendengarkan berita gembira menjadi
semangat, mendengar berita sedih menjadi sedih.
- Operant respon atau intrumental respons, yakni timbulnya respon diikuti
oleh stimulusatau perangsang tertentu. Perangsang ini
disebut reinforcing stimulation atau reinforcer (penguat).
Hal ini dikarenakan perangsang itu memperkuat respon, misalnya seseorang
staf mengerjakan pekerjaan dengan baik, (dari respon tugas yang telah
diberikan sebelumnya) maka sebagai imbalannya staf tersebut
mendapatkan reward atau hadiah. Maka petugas tadi akan
lebih baik lagi ketika melaksankan tugas berikutnya.
Robert Kwik ( 1974 ) menyatakan bahwa perilaku
adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan
dapat dipelajari. Perilaku tidak sama dengan sikap. Sikap adalah hanya suatu
kecenderungan untuk mengadakan tindakan terhadap suatu obyek, dengan suatu cara
yang menyatakan adanya tanda-tanda untuk menyenangi atau tidak menyenangi obyek
tersebut. Sikap hanyalah sebagian dari perilaku manusia.Menurut Sunaryo (
2004), yang disebut perilaku manusia adalah aktivitas yang timbul karena adanya
stimulus dan respons serta dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung
(Notoatmojo, 2010).
Perilaku kesehatan adalah suatu respons seseorang
terhadap stimulus yang berkaitan dengan sakit dan penyakit, sistem pelayanan
kesehatan, makanan serta lingkungan. Respons baik yang bersifat pasif
(pengetahuan, persepsi dan sikap), maupun bersifat aktif (tindakan nyata atau
praktis). Sedangkan stimulus terdiri dari 4 unsur pokok, yaitu:
- Perilaku seseorang terhadap sakit dan penyakit,
yaitu bagaimana manusia merespons sehubungan dengan sakit dan penyakitnya.
- Perilaku terhadap pelayanan kesehatan adalah
respons seseorang terhadap sistem pelayanan kesehatan modern ataupun
tradisional.
- Perilaku terhadap makanan yaitu respons
seseorang terhadap makanan sebagai kebutuhan vital bagi kehidupan.
- Perilaku terhadap lingkungan kesehatan yaitu
respons seseorang terhadap lingkungan sebagai determinan kesehatan
manusia.
Perilaku dapat dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu
faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern mencakup:
pengetahuan, kecerdasan, persepsi, emosi, motivasi, pengalaman dan sebagainya.
Sedangkan faktor ekstern meliputi lingkungan, sosial ekonomi,
kebudayaan dan sebagainya.
2.3 PENGERTIAN KEPRIBADIAN
1.
Pengertian Kepribadian Secara Umum
Seorang
tersusun atas dasar fatalitas jasmani dan rohania, di samping ada faktor
temperamen, karakter,dan bakat fitalitas jasmani seseorang bergantunng pada
konstruksi tubuhnya yang terpengaruh oleh factor-faktor hereditas sehingga
keaadaanya dapat di katakan tetap atau konstan dan merupakan daya hidup yang
sifatnya jasmanias.
2. Kepribadian
menurut beberapa para ahli psikologi yaitu:
- Kepribadian
adalah sebagai satu set perilaku dan ciri-ciri kognitif, sifat atau
presdiposisi(kecenderungan) yang relatif berlangsung secara terus menerus dan
dibawa oleh seseorang dalam berbagai konteks kehidupannya serta saat
berinteraksi dengan orang lain sehingga membedakannya dengan orang-orang yang
lainnya, matsumoto dan juang (2004)
- Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu
yang terdiri atas sistem-sistem psiko-fisik yang menentukan cara manuisa
menyesuaikan diri terhadap lingkungan, allport(1961:dalam sarwono 2009:dalam
meinarno dkk,2011). Dalam allport ini defenisi kepribadian ini menekankan
kepada kita bahwa bahwa kepribadian bersifat dinamis bukan statis, ia merupakan
struktur fundamental yang akan terus berubah seiring waktu.
3.
Pengertian Kepribadian Menurut Beberapa Alih Sosiologi
- Menurut
Horton (1982)
Kepribadian adalah keseluruhan
sikap, perasaan, ekspresi dan temparmen seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan
tempramen itu akan terwujud dalam tindakan seseorang jika di hadapan pada
situasi tertentu. Setiap orang mempunyai kecenderungan prilaku yang baku, atau
pola dan konsisten, sehingga menjadi ciri khas pribadinya.
- Menurut Schever Dan Lamm (1998)
Ia mendevinisikan kepribadian sebagai keseluruhan pola sikap,
kebutuhan, ciri-ciri kas dan prilaku seseorang. Pola berarti sesuatu yang sudah
menjadi standar atu baku, sehingga kalau di katakan pola sikap, maka sikap itu
sudah baku berlaku terus menerus secara konsisten dalam menghadapai situasi
yang di hadapi.
4. Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Kepribadian
a)
Warisan Biologis
Warisan biologis adalah semua
hal yang di terima seseorang
sebagai manusia melalui gen kedua orang tuanya atau sifat turunan dari kedua
orang tua .
Contohnya : ayah Darwin adalah
seseorang yang tidak suka banyak berbicara dan suka berdiam diri, maka sifat
itu tanpa di sadari di miliki juga oleh anaknya Samuel.
Contoh lainnya adalah ayah otis
adalah seorang yang bentuk tubuhnya sangat tinggi dan lebar otomatis otispun
akan bertumbuh ke hal yang sama.
b)
Lingkungan Fisik
Pengaruh lingkungan atau fisik
terhadap kepribadian manusia paling sedikit di bandingkan factor-
factor lainya. Lingkungan fisik tidak mendorong terjadinya kepribadian khusus
seseorang.
5. Perbedaan Pengertian Orang
Pada Zaman Duhulu Dan Zaman sekarang.
a) Dulu orang percaya bahwa
beberapa unsur kepribadian seperti ambisi,
kejujuran, kriminalitas, penimpanan seksual dan sebagainya, merupakan warisan dari
orangtua.
b) Namun pada zaman sekarang
orang lebih percaya beberapa pakar bahkan sifat kepribadian di tentukan oleh
pengalaman seperti kemampuan, perestasi, dan prilaku sepenuhnya di tentukak
lingkungannya.
Hal
ini sangat benar karena kita melihat kondisi yang terjadi pada zaman ini, pada
umumnya orang tidak dapat melakukan segala sesuatu dengan kepribadianya sendiri
tetapi kepribadian itu sangat di pengaruhi oleh kebudayaan.
Salah
satu contoh yang membutikan bahwa kepribadian di pengaruhi oleh kebudayaan
adalah, dulu masyarakat Indonesia pada umumnya tidak pernah mengenakan pakaiyan
seksi, sangat sopan santun ketika bertemu atau akan melewati depan orang yang
lebih tua dan sangat menjaga perasaan orang lain Hal ini di laksanakan tanpa
ada peraturan namun dengan kesadaran daripada pribadi seseorang yang memang
sudah membudaya.
Tetapi
yang kita temukan sekarang adalah, banyak sekali perilaku yang terjadi dan itu
sangat bertentangan dengan kepribadian seseorang pada zaman dulu, ini semua
terjadi karena pemanasan global dan perkembangan budaya atau pertukaran budaya
antar suatu kelompok suku, bangsa, bahasa, dan benua dapat mempengaruhi
kepribadian seseorang.
2.4 KEBUDAYAAN, PERILAKU, KEPRIBADIAN
Indonesia sebagai sebuah negara yang memiliki
ribuan pulau dengan jutaan penduduk yang tersebar di seluruh pulau sudah pasti
pula memiliki corak budaya yang beraneka ragam. Dari ragam corak budaya ini
pula menghasilkan ragam kepribadian individu masyarakat Indonesia. Kepribadian
sendiri adalah corak tingkah laku sosial yang meliputi corak kekuatan,
dorongan, keinginan, opini dan sikap yang melekat pada seseorang apabila
berhubungan dengan orang lain atau menanggapi suatu keadaan.
Masyarakan
dan kebudayaan merupakan perwujudan atau abstraksi perilaku manusia. Kepribadian juga akan mewujudkan
perilaku manusia, perilaku manusia dapat dibedakan dari kepribadiannya karena
kepribadian merupakan latar belakang perilaku yang ada dalam diri individu.
Ketiga
hal tersebut mencerminkan kepribadian seseorang tersebut. Contohnya: seseorang
yang melihat perselisihan antara dua orang, hal yang mungkin muncul dalam diri orang tersebut adalah keinginan untuk
menyelesaikan perselisihan tersebut dan kegiatannya atau perbuatan yang akan
dilakukannya untuk menyelesaikan masalah tersebut disebut tindakan.
Pembentukan
kepribadian individu pada umumnya dipengaruhi oleh faktor kabudayaan, organisme
biologis, lingkungan alam dan lingkungan sosial individu.
Faktor
biologis, dapat mempengaruhi kepribadian secara langsung, misalnya seseorang
yang mempunyai badan yang lemah secara fisik dapat mempunyai sifat rendah diri
atau cacat fisik dan juga bisa mempengaruhi kepribadian seseorang, atau karena
kesalahan hormon dalam tubuh manusia akan mempengaruhi kepribadian seseorang.
Faktor lingkungan alam dan lingkungan sosial dalam masyarakat akan
dijumpai suatu proses dimana seorang individu mendapatkan pembentukan sikap
untuk berperikelakuan sesuai dengan keinginan kelompok (sosialisasi). Secara
sosiologis, pembentukan kepribadian seseorang dapat diperoleh melalui proses
tersebut yang dimulai sejak kelahirannya. Misalnya seseorang yang dibesarkan
dalam lingkungan yang ketat aturan maka dia akan tumbuh menjadi orang yang
teratur.
Pengaruh
Kebudayaan Terhadap Perkembangan Kepribadian, Berdasarkan definisi kebudayaan
dan kepribadian yang telah dikemukakan sebelumnya, kebudayaan memiliki beberapa
pengertian, yaitu segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia atau peradaban
manusia sebagai hasil pemikiran dan akal budi mereka.
Kebudayaan
juga diartikan sebagai ilmu pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang
dimanfaatkan untuk kehidupannya dan memberikan manfaat kepadanya. Sedangkan
kepribadian diartikan sebagai sifat khas dan hakiki seseorang yang membedakan
dia dari orang lain.
Terdapat
beberapa tipe kebudayaan khusus yang mempengaruhi bentuk kepribadian
yaitu:
-
Cara hidup di desa dan di kota yang berbeda. Anak yang dibesarkan
di desa akan mempunyai sifat irit, percaya diri, sedangkan anak yang dibesarkan
di kota bersifat individualistik.
-
Kebudayaan khusus atau kelas
sosial, orang yang memiliki materi yang lebih mempunyai gaya hidup yang berbeda
dengan orang yang berkekurangan
-
Kebudayaan khusus atas dasar agama, orang yang dididik oleh agama
yang berbeda akan memiliki kepribadian yang berbeda pula.
-
Pekerjaan atau keahlian. Misalnya kepribadian
pengajar akan berbeda dengan dokter atau pengacara.
Kesimpulannya, kebudayaan
diciptakan oleh manusia dalam bermasyarakat sebagai wujud penyatuan cipta,
karya dan rasa masing-masing individu untuk membentuk nilai dan norma baru yang
berlaku dalam masyarakat itu. Kemudian nilai dan norma tersebut dipatuhi oleh
setiap individu sebagai identitas dari suatu kelompok masyarakat tertentu yang
membedakan mereka dari kelompok masyarakat lain yang memiliki nilai dan norma yang
berbeda.
Secara tidak sengaja, kebudayaan kelompok masyarakat tertentu akan terbawa keluar apabila salah seorang anggotanya melakukan hubungan dengan kelompok masyarakat lain yang memiliki kebudayaan berbeda. Di sinilah akan terlihat perbedaan tingkah laku sosial dari anggota masing-masing kelompok. Masing-masing akan membawa tingkah laku sosial yang berlaku di dalam kelompoknya. Itulah yang disebut dengan kepribadian umum dari suatu masyarakat.
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Secara etimologi, kata kebudayaan berasal dari kata
sangsekerta buddayah yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi yang berarti budi atau akal,
dengan kata lain kebudayaan diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan
budi atau akal.
kebudayaan merupakan segala sesuatu yang meliputi
ide/gagasan dan perilaku yang menjadi pedoman atau acuan seseorang dalam
bertingkahlaku dimasyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, pengertian kebudayaan mencakup sesuatu yang
didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Kebudayaan terdiri dari
segala sesuatu yang dipelajari dari pola-pola perilaku
yang normatif, pola-pola berfikir, merasakan, dan bertindak.
Kepribadian adalah sebagai satu set perilaku dan
ciri-ciri kognitif, sifat atau presdiposisi(kecenderungan) yang relatif
berlangsung secara terus menerus dan dibawa oleh seseorang dalam berbagai
konteks kehidupannya serta saat berinteraksi dengan orang lain sehingga
membedakannya dengan orang-orang yang lainnya, matsumoto dan juang (2004)
Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu
yang terdiri atas sistem-sistem psiko-fisik yang menentukan cara manuisa
menyesuaikan diri terhadap lingkungan, allport(1961:dalam sarwono 2009:dalam
meinarno dkk,2011). Dalam allport ini defenisi kepribadian ini menekankan
kepada kita bahwa bahwa kepribadian bersifat dinamis bukan statis, ia merupakan
struktur fundamental yang akan terus berubah seiring waktu.
Kesimpulannya,
kebudayaan diciptakan oleh manusia dalam bermasyarakat sebagai wujud penyatuan
cipta, karya dan rasa masing-masing individu untuk membentuk nilai dan norma
baru yang berlaku dalam masyarakat itu. Kemudian nilai dan norma tersebut
dipatuhi oleh setiap individu sebagai identitas dari suatu kelompok masyarakat
tertentu yang membedakan mereka dari kelompok masyarakat lain yang memiliki
nilai dan norma yang berbeda.
B. SARAN
Sebagai seorang calon konselor yang profesional
kita harus mampu memahami apa yang menjadi Pengertian
dari kepribadian serta kebudayaan agar kita mampu mengenali apa yang menjadi
sifat dan kepribadian yang membudaya pada seorang klien yang kita hadapi,dan
untuk itu dengan kita mempelajari makalah ini dapat bermanfaat buat
kita semua. Kami dari pihak kelompok lima menyadari bahwa makalah ini masih
jauh dari kesempurnaan dan terdapat banyak kekurangan dalam penyusunannya,
untuk itu kepada pihak pembaca kami mengharapkan saran dan kritik yang bersifat
membangun untuk perbaikan dalam pembuatan makalah kedepan.
DAFTAR
PUSAKA
http:// matsumoto, David. 2008.
Pengantar psikologi lintas budaya, yogyakarta : pustaka belajar.
http:// Komsiah, Siti. Modul Pengantar Sosiologi “Kebudayaan Dan Masyarakat”. Pusat Pengembangan Bahan Ajar: Universitas Mercu Buana.
http://manan, Imran. 1989. Antropologi Pendidikan Suatu Pengantar. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: Jakarta
http://Manan, Imran. 1989. Dasar-Dasar Budaya Pendidikan. Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan: Jakarta
http:// pengertian kebudayaan menurut para ahli.com
http:// pengertian kepribadian menurut para ahli. Com
https://aepnurulhidayat.wordpress.com/2017/09/11/pengertian-perilaku-by-aep-nurul-hidayah/
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
https://id.wikipedia.org/wiki/Kepribadian#:~:text=Kepribadian%20adalah%20keseluruhan%20cara%20seorang,dikenakan%20atribut%20%E2%80%9Cberkepribadian%20pemalu%E2%80%9D.

Komentar
Posting Komentar